- Software Kamus Indonesia-Inggris, Inggris-Indonesia dan 60 bahasa lainnya
- Pesan hujan pada angin di Preanger
- 10 Hacker Terbaik Dunia
- Pembelajaran Berbasis TIK - Sebuah Realita
- pengalaman workshop...
- Aku Ingin Dibaca
- Pilar pendidikan anak
- 10 tips mengoptimalkan kinerja komputer
- Adult Site Filtering
- Pembelajaran di SMA KOSGORO Kuningan Berbasis TIK
Memblokir Autorun Program Eksekusi (Ekstensi .EXE, .COM) pada saat Mencolok Flash Disk di PC atau Notebook Anda

Mungkin Anda tidak pernah menduga, bila mencolok flash disk anda, ternyata secara tidak sengaja Anda mengeksekusi sebuah program yang tersimpan di USB flash disk. Ternyata file tersebut adalah sebuah VIRus. Untuk mencegah hal itu tidak terjadi, blokir USB flash disk yang Anda gunakan dengan program local security settings.
Virus yang menyebar pada umumnya berupa file eksekusi dengan ekstensi EXE, COM, dan sebagainya. Tidak hanya itu, terkadang ada pula virus yang disebarkan dalam bentuk file script dengan ekstensi filenya berupa VBS, CMD, BAT, dan sebagainya.
Untuk mencegah ketidaksengajaan menjalankan sebuah file atau program (virus/malware) yang tersimpan di sebuah USB flash disk, Anda dapat memblokirnya. Program Local Security Settings adalah salah satu aplikasi yang cocok untuk Anda gunakan. Yang cukup menarik, aplikasi ini telah terintegrasi dengan Windows yang terpasang di PC Anda.Local Security Settings


Konfigurasi baru: Untuk membuat konfigurasi baru, Anda dapat memilih sub menu konteks “Create New Policies” yang ada dibawah kelompok pengaturan Software Restriction Policies.
Untuk membuat konfigurasi atau aturan pemblokiran yang baru, Anda dapat mengklik kanan pilihan “Software Restriction Policies” dan pilih menu konteks “Create New Policies”. Begitu menu konteks “Create New Policies” Anda pilih, pada panel sebelah kanan dari tools Local Security Setting akan muncul beberapa pengaturan dan kelompok (folder) pengaturan, seperti “Security Levels” dan “Additional Rules”. Jika Anda mengklik kelompok pengaturan “Additional Rules”, di sana Anda dapat menemukan beberapa path yang terkait langsung dengan aturan atau konfigurasi standar yang telah dibangun oleh Windows. Aturan standar yang dapat Anda lihat antara lain pengaturan SystemRoot, System32, dan sebagainya.
Untuk membentuk path baru, Anda dapat mengklik kanan kelompok pengaturan “Additional Rules” lalu pilih menu konteks “New Path Rules”. Saat window New Path Rule muncul, Anda dapat mengarahkan path atau drive yang akan digunakan dengan cara diketikkan secara manual ke dalam kolom Path. Jika Anda ingin memblokir flash disk, tentunya Anda harus terlebih dahulu mengetahui dimana path atau drive USB flash disk di PC biasanya akan aktif. Sebagai contoh, USB flash disk yang biasanya Anda gunakan selalu aktif di drive F. Oleh karena itu, ketikkan ‘F:\’ (tanpa tanda kutip) pada kolom Path. Penentuan path atau drive juga dapat dipilih secara visual melalui bantuan tombol “Browse”. Caranya sangat mudah, klik tombol “Browse” dan pilih path yang diinginkan, lalu klik tombol “OK”. Secara otomatis path atau drive yang Anda pilih akan langsung masuk ke kolom Path.
Konfigurasi berikutnya adalah masuk ke kelompok pengaturan “Security Levels”. Jika pilihan “Security Levels” Anda klik, di panel sebelah kanan akan ditampilkan dua pilihan, yaitu Disallowed yang dipakai untuk memblokir dan Unrestricted yang dipakai untuk membuka pemblokiran. Secara default, pilihan Security Levels yang aktif adalah Disallowed. Oleh sebab itu, pastikan pilihan Security Levels adalah Disallowed dan setelah selesai menentukan path baru melalui pilihan “Additional Rules”, Anda dapat mengklik tombol “Apply” lalu dilanjutkan dengan menekan tombol “OK” dan secara otomatis aturan pembatasan (blokir) yang telah Anda bangun akan langsung aktif.
Aplikasi Local Security Settings akan melakukan akses pemblokiran berdasarkan daftar ekstensi file yang telah ditentukan. Seluruh daftar ekstensi file yang diblokir dapat Anda lihat dengan klik ganda pilihan “Designated File Types”. Di sana Anda dapat menemukan daftar ekstensi file yang cukup populer, seperti ADE, ADP, BAS, BAT, CHM, CMD,COM, CPL, CRT, EXE, HLP, HTA, INF, INS, ISP, LNK, MDB. MDE, MSC, MSI, MSP, MST, OCX, PCD, PIF, REG, SCR, SHS, URL, VB, dan WSC.
Berdasarkan daftar ekstensi file di atas, data-data standar lainnya masih dapat Anda jalankan, misalnya file DOC, XLS, TXT, dan sebagainya. Keuntungannya, pekerjaan untuk mengelola data yang Anda miliki tetap dapat berjalan tanpa gangguan. Jika ada ekstensi file baru yang ingin ditambahkan, Anda dapat melakukannya melalui pilihan Designated File Types.
Dari daftar ekstensi file yang ada, dapat Anda lihat bahwa ekstensi file VBS dan VBE tidak dicantumkan. Untuk menjaga keamanan PC yang Anda gunakan, sebaiknya tambahkan kedua ekstensi file tersebut. Hal ini dipandang perlu karena masih cukup banyak virus yang berkeliaran menggunakan pemrograman VBScript dengan ekstensi file VBS dan VBE.
Untuk menambahkanya, klik pilihan “Software Restriction Policies” lalu klik ganda pilihan “Designated File Types”. Tools Local Security Settings akan menampilkan window Designated File Types properties beserta daftar ekstensi file yang dicekal. Untuk memasukkan ekstensi file VBS ke dalam daftar ekstensi file yang ada, ketikkan ‘VBS’ pada kolom “File ekstension” lalu klik tombol “Add” dan selanjutnya tekan tombol “Apply” dan “OK”.
Untuk memastikan keberhasilan saat Anda memasukkan ekstensi file baru yang diblokir, Anda dapat memeriksanya secara langsung ke dalam daftar ekstensi file yang tersedia. Jika ekstensi file (VBS) sudah dicantumkan, secara otomatis ekstensi file tersebut akan dilumpuhkan oleh tools Local Security Settings.
Namun, yang perlu diperhatikan dan diwaspadai adalah Anda tidak disarankan untuk memblokir drive yang didalamnya terpasang file sistem operasi Windows. Karena tidak tertutup kemungkinan akan terjadi masalah terhadap sistem operasi yang Anda gunakan.Semoga Bermanfaat
- tajuddin's blog
- Silakan login atau daftar dulu untuk mengirim komentar
