Blog Cak Ali

Avatar Cak Ali

IKHLAS BERBAGI BUKAN SEKEDAR MOTTO

Ikhlas Memberi  bukan sekedar motto keduniaan. Lebih dalam kalau anda benar-benar bisa merasakan dan menikmatinya, maka keseluruhannya akan membuat ketenangan dalam menjalankan tugas-tugas kehidupan akherat kita.

JAngan kira urusan PSB hanya urusan keduniaan. Kalau hanya urusan bhan ajar dan bahan uji, memang di luar sana jutaan website, jutaan pakar, jutaan guru dan user yang lebih communited. Ada satu yang berbeda di PSB SMA : semuaanya digagas bersama, dipikirkan bersama, didisain bersama, dikerjakan bersama, dirasakan bersama dan dinikmati bersama. Dilandasi kebersamaan itulah, saya merasakan kalau pergi ke jakarta, pada akhirnya saya niati untuk beribadah, entah seberapapun parameternya, pokoknya niat ibadah .... ( pembicaraan khusus tentang konteks ibadah akan kita diskusikan kemudian).

Intinya begini : Kalau saya bertanya pada anda, apakah sudah ada keikhlasan dalam melakukan semua  kontribusi kita dalam pengembangan website ini? 

Jawabnya akan gampang-gampang sulit. kan ? Mau bilang ikhlas, kok kayaknya narsis banget. Kalau bilang enggak ikhlas, juga kok ternyata memang kita mau berbagi untuk sesama.

Tapi begitulah memang sebenarnya yang terjadi. Menurut pak kiyai agak susah menilai keikhlasan . Apalagi kalau sudah dicampuri dengan bisikan niat jelek dari komunitas para setan. Tentu hasilnya tidak akan seindah yang diharapkan.

Referensi keagamaannya begini :

Avatar Cak Ali

PERLUKAH BIAYA BESAR UNTUK MEMBANGUN SMA BERBASIS ICT ?

 

Memang sangat relatif. Infrastruktur untuk kegiatan tersebut sudah lama disediakan. Mulai satuan pendidikan setingkat Taman Kanak Kanak sampai setingkat SMA, telah memiliki komputer. Di beberapa  Kabupaten/Kota mempunyai jaringan wireless yang menjaring sistem komputer sekolah-sekolah se kabupaten/kota. Masalahannya hanya seputar optimalisasi dan luasnya cakupan. Kalau konten (isi) semua infrastruktur tersebut diupayakan dengan maksimal, serta cakupan penggunanya diperluas.

Untuk konten sumber belajar, guru-guru perlu diberi kepercayaan untuk membuat sendiri bahan ajarnya. Selanjutnya dalam setiap paket pembelajaran, diberi kesempatan dan dipacu menggunakan fasilitas multimedia yang dimiliki oleh satuan pendidikannya.

Dua tahun terakhir, mayoritas guru SMA dari berbagai mata pelajaran telah dilatih membuat bahan belajar berbasis multimedia pada level nasional.  Hasilnya cukup banyak dan layak digunakan untuk pembelajaran beberapa Kompetensi Dasar. Penguasaan software juga rata-rata cukup baik. Dari program pembuat presentasi yang sederhana, banyak guru yang bahkan bisa memproduksi bahan ajar untuk aplikasi pembelajaran mandiri bagi siswanya.

Galeri

Anggota Baru

karkun
CRA 106042
yhoez
arrin
tio septian
fajar tarnus
Abah Herman
Nastiti
rida kimia smansa
adarmawati
muslihinmuhammad
dewi endarwaty

Sindikasikan konten