Ikhlas Memberi bukan sekedar motto keduniaan. Lebih dalam kalau anda benar-benar bisa merasakan dan menikmatinya, maka keseluruhannya akan membuat ketenangan dalam menjalankan tugas-tugas kehidupan akherat kita.
JAngan kira urusan PSB hanya urusan keduniaan. Kalau hanya urusan bhan ajar dan bahan uji, memang di luar sana jutaan website, jutaan pakar, jutaan guru dan user yang lebih communited. Ada satu yang berbeda di PSB SMA : semuaanya digagas bersama, dipikirkan bersama, didisain bersama, dikerjakan bersama, dirasakan bersama dan dinikmati bersama. Dilandasi kebersamaan itulah, saya merasakan kalau pergi ke jakarta, pada akhirnya saya niati untuk beribadah, entah seberapapun parameternya, pokoknya niat ibadah .... ( pembicaraan khusus tentang konteks ibadah akan kita diskusikan kemudian).
Intinya begini : Kalau saya bertanya pada anda, apakah sudah ada keikhlasan dalam melakukan semua kontribusi kita dalam pengembangan website ini?
Jawabnya akan gampang-gampang sulit. kan ? Mau bilang ikhlas, kok kayaknya narsis banget. Kalau bilang enggak ikhlas, juga kok ternyata memang kita mau berbagi untuk sesama.
Tapi begitulah memang sebenarnya yang terjadi. Menurut pak kiyai agak susah menilai keikhlasan . Apalagi kalau sudah dicampuri dengan bisikan niat jelek dari komunitas para setan. Tentu hasilnya tidak akan seindah yang diharapkan.
Referensi keagamaannya begini :