Blog

Avatar budisulistyo

Gedichte ( Puisi )

 

Avatar habibi

Tunjangan profesi versus kinerja guru

Dahulu ketika gaji dan kesejahteraan guru rendah banyak kalangan memandang sebelah mata,bahkan profesi guru hanya menjadi pilihan kesekian setelah profesi lain.Dengan adanya guru sekarang ditetapkan menjadi jabatan profesi dan mereka yang telah lulus memperoleh pengakuan seburu i guru profesional dengan tunjangan yang cukup besar banyak kalangan di luar guru yang merasa iri dengan tembehan penghasilan tersebut.oleh karena itu keirian dari mereka di luar guru harus disikap dengan arif dan tidak perlu emosional yaitu dengan meningkatkan kinerja guru sesuai dengan tuntutan sebagai guru profesional. Guru harus terus mereformasi diri sesuai dengan tuntutan perkembangan dan jangan menjadi guru fosil artinya dalam menjalankan profesinya hanya berlandaskan ilmu yang diperoleh saat di bangku kuliah dan enggan serta lamban mengikuti tuntunan perkembangan.Bentuk jawaban dari peni ngkatan kinerja adalah guru harus mengembangkan dan meningkatkan kemampuan :

1. Kompetensi pedagogiknya

2.Kompetensi profesionalnya

3,Kompetensi Sosialnya

4,Kompetensi kepribadiannya

Pertanyaannya apakah semua guru yang sudah dinyatakan lulus sebagai guru profesioanal mau meningkatkan kinerjanya? kalau jawabannya banyak yang belum mau dan kinerja guru masih rendah maka rasa cemburu dari profesi lain akan terus berlanjut dan tambahan tunjangan tidak sesuai peruntukannya. Maka mari kita jawab tambahan tunjangan itu dengan peningkatan kualitas kinerja kita.Hidup guru Indonesia

 

 

 

 

 

 

Avatar awan965

Sepuluh Tipe Guru dalam Mengajar

Belajar di kelas itu sebenarnya sungguh menyenangkan. Tapi bagaimana mau senang kalau gurunya tidak “sreg” di mata kita? Itulah namanya belajar di dalam kelas. Semuanya butuh kerja keras. Kalau mau senang-senang yah tinggal pergi ke tempat hiburan.

Dari pengamatan saya selama belajar di dalam kelas ada 10 macam tipe guru diantaranya.

 

1. Tipe Pengasih Lagi Maha Penyayang

Guru ini selalu memberikan kisi-kisi sebelum berlangsungnya UTS dan US. Kisi-kisinya bukan sembarang kisi-kisi. Kisi-kisi ini hampir 100% akurat persis dengan soal ujian. Sudah pasti yang mempelajari kisi-kisi, ujiannya akan dapat 100.

2. Tipe The Hulk

Nah ini Guru pas menit-menit pertama masuk ngajarnya enak….santai… Tapi setelah 15 menit kemudian dia berubah menjadi MONSTER. Perangainya berubah. Mendadak emosian, marah-marah ke para siswa. Apalagi pas dia lagi asik-asik ngajar ada siswa yang terlambat, maka tamatlah nasib siswa tersebut.

3. Tipe Penjaga Karcis

Sebelum peembelajaran dimulai guru ini terlebih dahulu mengecek tugas siswa minggu kemarin apakah sudah dikerjakan atau belum. Kalau belum mengerjakan tugas siswa tidak boleh masuk. Tugasnyapun aneh-aneh ada yang disuruh merangkum buku yang tebalnya 200 halaman sampai menganalisis kasus yang susahnya minta ampun.

4. Tipe Pendongeng

Avatar agushh

Saya Sepuluh Tahun Mendatang (bagian kedua)

Setelah mereka merasa bahwa untuk mencapai cita-cita yang ditancapkan adalah 90% perjuangan diri sendiri maka tiba saatnya saya sugesti mereka bagaimana menerima dan menguasai seluruh mata pelajaran yang dibelajarkan di SMA (sekalipun sesuai standar isi sebanyak 16 mata pelajaran—hebat kan di Indonesia heheh….) dengan pikiran terbuka. Berat memang, 16 mata pelajaran per minggu namun saya menginginkan kenyataan ini sebagai suatu tantangan bagi mereka agar cita-cita tercapai.

Begini pembaca, ide saya bercerita tentang kisah orang tersesat didasari bahwa mata pelajaran apa pun, sebanyak apa pun, suatu saat pasti bermakna bagi mereka. Kisahnya….

Avatar mazguru

Pemanfaatan Handphone Sebagai Media Pembelajaran

Dewasa ini banyak sekali handphone dari berbagai merk beredar di masyarakat. Indonesia merupakan pasar terbesar di dunia bagi para vendor handphone. Rata-rata masyarakat Indonesia memiliki handphone lebih dari satu per orangnya. Mengapa handphone banyak sekali digunakan oleh masyarakat? Hal ini tidak terlepas dari beberapa faktor antara lain : infrastruktur jaringan telepon seluler yang telah dibangun di seluruh pelosok tanah air. Selain itu biaya penggunaan (untuk sementara baru biaya percakapan) boleh dibilang cukup murah. Dan faktor kelengkapan fitur yang ada di suatu handphone merupakan daya tarik sendiri bagi masyarakat untuk tidak lepas membawa handphone kemanapun dia pergi.

Keberadaan Handphone (Hp) memiliki fenomena tersendiri bagi dunia pendidikan khusunya bagi pelajar dan mahasiswa. Kehadirannya yang menawarkan kecanggihan untuk dapat mengakses segala informasi lintas dunia dengan sangat cepat, mudah dan murah sering dijadikan kambing hitam merosotnya moral/budi pekerti bangsa. Hal ini mungkin benar adanya, akan tetapi tentu tidak sepenuhnya benar jika ada anggapan/persepsi bahwa kehadiran telepon selular bagi pelajar dan mahasiswa lebih membawa dampak negatif dari pada positif.

 

Galeri

Anggota Baru

fachri_sani
Rasmana ary92
Sang Putu Sri Jaya
Auliya
h3rmanbuton
FAJRI BASYIRUN S Pd
esa latuwe
asep abidin
ahmad_nasruddin
AuliyaRizka
jackass_rio
supribadi

Sindikasikan konten